Laporan kantor berita AFP, Sabtu (21/2/2026), sebuah pernyataan dari Hizbullah di Lembah Bekaa, Lebanon timur mengatakan bahwa seorang “komandan” dari kelompok yang didukung Iran itu, telah terbunuh dalam serangan di Lembah Bekaa.
Militer Israel terus melakukan serangan reguler ke Lebanon, meskipun ada gencatan senjata November 2024 yang bertujuan untuk menghentikan konflik lebih dari setahun dengan Hizbullah. Israel mengklaim serangan-serangan itu menargetkan Hizbullah, tapi kadang-kadang juga militan Hamas.
“Serangan musuh Israel di beberapa lokasi di Lembah Bekaa menyerang 10 orang dan melukai 24 orang”, kata Kementerian Kesehatan Lebanon, menambahkan bahwa tiga anak termasuk di antara yang terluka dalam serangan pada hari Jumat (20/2) waktu setempat itu.
Kantor berita Lebanon, National News Agency (NNA) sebelumnya melaporkan enam orang tewas dan 25 orang terluka setelah “serangan berat” terjadi di wilayah tersebut.
Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menyerang “pusat komando Hizbullah”.
Serangan tersebut terjadi beberapa jam setelah serangan Israel di kamp pengungsi Palestina terbesar di negara itu. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan pada hari Jumat (20/2) itu menunjukkan dua orang, dengan tentara Israel mengatakan bahwa mereka menargetkan Hamas.
Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukannya “menyerang pusat komando Hamas tempat para militan beroperasi” di daerah Ain al-Helweh.
“Militer Israel beroperasi melawan” kelompok militan Palestina itu di Lebanon dan akan terus bertindak tegas terhadap Hamas di mana pun mereka beroperasi”, imbuhnya.
Hamas dalam sebuah pernyataan mengutuk serangan itu, yang menurut mereka menyebabkan korban jiwa “sipil”.
Mereka menolak tuduhan Israel, dengan mengatakan bahwa bangunan yang menjadi sasaran “memiliki pasukan gabungan keamanan yang bertugas menjaga keamanan dan stabilitas di kamp itu”.
(ita/ita)