Plaju, rakyatpembaruan.com —
Penguatan budaya keselamatan kerja menjadi prioritas PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju dalam menjaga ketertiban operasional kilang. Di tengah kompleksitas energi industri yang menuntut analisis serta respons cepat terhadap potensi risiko, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang Health, Safety, Security & Environment (HSSE) terus dilakukan secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Kilang Plaju melalui fungsi HSSE menghadirkan program EXPERT (Executive Problem Solving & Executive-Ready Presentation). Melalui program ini, para pekerja didorong untuk meningkatkan analisis ketajaman dalam pemetaan risiko serta menyusun rekomendasi yang sistematis dan terstruktur. Konsultan Manajemen, Asep Tamar, turut berbagi perspektif mengenai pentingnya representasi gagasan secara runtut dan berjanji guna mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
Manajer HSSE Kilang Pertamina Plaju, Adi Firmansyah, menegaskan bahwa penguatan kompetensi tidak hanya berkaitan dengan pemahaman prosedur keselamatan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan mengidentifikasi akar permasalahan secara komprehensif. Menurutnya, pemecahan masalah yang terstruktur dan komunikasi yang efektif menjadi kunci dalam memastikan setiap potensi risiko dapat diidentifikasi dan ditangani sebelum berkembang menjadi kejadian.

Melalui kompetensi teknis, pola pikir kritis, dan komunikasi yang efektif, Kilang Pertamina Plaju terus mendorong terciptanya budaya kerja yang proaktif dan berorientasi pada pencegahan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam melindungi pekerja, aset, dan lingkungan, sekaligus menjaga operasionalisasi secara aman dan andal.(adi/rp)
