Doha – Otoritas Qatar menolak klaim Iran soal serangannya di negara Teluk tersebut hanya ditujukan pada target-target Amerika Serikat (AS), bukan Doha. Ditegaskan oleh Qatar bahwa sejumlah serangan Iran menghantam area sipil dan organisasi.
Perdebatan itu, seperti dilansir Al Arabiya, Kamis (5/3/2026), terjadi dalam percakapan telepon antara Perdana Menteri (PM) Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu), dengan Menlu Iran Abbas Araghchi pada Rabu (4/3) waktu setempat.
Araghchi, menurut laporan kantor berita Qatar, kembali mengklaim Iran tersebut saat berbicara melalui telepon dengan Sheikh Mohammed.
Namun, sebut laporan kantor berita Qatar, Sheikh Mohammed “secara tegas menolak klaim ini”, dengan mengatakan bahwa fakta di lapangan menunjukkan serangan Iran mengenai area-area sipil dan area organisasi di Qatar.

Dikatakan oleh Sheikh Mohammed bahwa serangan Teheran menghantam area di dekat Bandara Internasional Hamad, serta infrastruktur vital dan zona industri, termasuk fasilitas produksi gas alam cair, di Qatar.
“Ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hak asasi negara Qatar dan prinsip-prinsip hukum internasional,” tegas Sheikh Mohammed dalam percakapan telepon dengan Araghchi.
Lebih lanjut, Sheikh Mohammed menilai bahwa tindakan Iran “tidak mencerminkan apa pun selain pendekatan eskalasi oleh pihak Iran dan tidak menunjukkan keinginan tulus untuk de-eskalasi atau solusi”.
“Sebaliknya, mereka berupaya untuk merugikan negara-negara tetangga mereka dan menyeret negara-negara itu ke dalam perang yang bukan urusan mereka,” sebutnya.
Sebagai PM Qatar, Sheikh Mohammed “menyerukan segera serangan-serangan ini terhadap negara-negara di kawasan yang telah menjauhkan diri dari perang ini”. Dia menyebut serangan Iran menunjukkan “tidak ada niat baik” terhadap negara-negara tetangganya.
Ditambahkan oleh Sheikh Mohammed bahwa meskipun Qatar “selalu condong pada dialog dan diplomasi”, negaranya akan mengkonfrontasi setiap agresi yang mengancam privasi, keamanan, integritas teritorial, atau kepentingan nasionalnya.
Sheikh Mohammed menegaskan bahwa serangan-serangan Iran “tidak dapat dibiarkan begitu saja”, sambil mengutip hak inheren Qatar untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Iran menargetkan negara-negara Teluk yang menampung aset militer dan pasukan AS, termasuk Qatar, untuk membalas serangan yang terkoordinasi oleh Washington dan Israel terhadap wilayahnya sejak Sabtu (28/2). Serangan-serangan Teheran itu meningkatkan ketegangan di seluruh kawasan Timur Tengah.
(nvc/idh)
