London – Menteri Pertahanan (Menhan) Inggris John Healey mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis (11/6) waktu setempat. Hal ini dilakukan setelah berkemah selama berbulan-bulan mengenai anggaran militer. Healey menuduh Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer tidak mengeluarkan cukup dana untuk menjaga keamanan negara.
Healey, seperti dilansir Reuters, Jumat (12/6/2026), juga menyebut Starmer gagal mengalokasikan sumber daya yang cukup untuk menjaga keamanan negara dari ancaman yang semakin meningkat.
Pengunduran diri itu, disertai kritikan tajam terhadap PM Inggris, merupakan indikasi lain bahwa pemerintahan Starmer semakin terkikis dan mengungkap krisis di jantung pemerintahan — bagaimana pemerintah dapat meningkatkan anggaran pertahanan ketika hanya sedikit uang yang tersedia dan anggaran kesejahteraan terus meningkat.
Healey, yang sebelumnya seorang menteri yang loyal, telah terlibat dalam pembicaraan dengan Starmer dan Menteri Keuangan Rachel Reeves tentang bagaimana memenuhi anggaran tambahan militer yang dibutuhkan, mengakhiri Rencana Investasi Pertahanan Inggris, yang seharusnya dilaksanakan tahun lalu.

“Anda tidak mampu, dan Kementerian Keuangan tidak bersedia mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan negara untuk mempertahankan negara ini,” kata Healey dalam surat pengunduran dirinya kepada Starmer.
Starmer menanggapi dengan surat yang menyatakan penyesalan atas pengunduran diri Healey. Dia kemudian menunjuk Menteri Keamanan Dan Jarvis sebagai Menhan yang baru.
Ikuti Jejak Menhan, Menteri Angkatan Bersenjata Inggris Juga Mundur
Menteri Angkatan Bersenjata Inggris Al Carns juga mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis (11/6), hanya beberapa jam setelah Healey mundur. Pengunduran diri Carns ini masih berkaitan dengan keramahtamahan soal anggaran perlindungan.
“Sudah jelas bagi saya bahwa perubahan yang telah saya perjuangkan tidak akan terjadi,” ucap Carns dalam suratnya.
Carns mengatakan bahwa dirinya tidak bisa lagi tetap berada dalam pemerintahan, karena perubahan yang telah dia perjuangkan dalam kebijakan pertahanan dan investasi militer kemungkinan besar tidak akan diimplementasikan.
Dalam surat pengunduran dirinya, Carns mengatakan bahwa rencana anggaran pertahanan itu “tidak dirancang untuk ancaman yang kita hadapi”. Dia menyebut membawa Angkatan Bersenjata Inggris diminta untuk beroperasi di dunia yang lebih berbahaya tanpa sumber daya yang cukup.
“Karakter konflik berubah lebih cepat daripada kemampuan pengadaan kita untuk menyeimbangkannya,” kata Carns, memperingatkan bahwa rencana anggaran saat ini tidak cukup transformatif dan tidak memiliki pendanaan yang memadai.
Pengunduran diri tak terduga ini menjadi pukulan terbaru bagi Starmer, yang kemungkinan akan menghadapi tantangan terhadap kepemimpinannya dalam beberapa bulan mendatang.
(nvc/ita)
