Plaju, rakyatpembaruan.com –
Upaya memperkuat penghentian dan penghentian operasional terus dilakukan oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui sinergi lintas fungsi antara strategi perencanaan, optimalisasi pasar, dan pengembangan proses bisnis. Kilang Refinery Unit (RU) III Plaju menjadi salah satu lokasi yang mendapatkan perhatian dalam langkah strategi tersebut.
Dalam kesempatan ini hadir Mangiring Manatap Limbong, Vice President Strategic Planning, Adhityo Bayu Putranto, Vice President Optimization, Risk & Market Development, serta Hermawan Yudhistiro, Chief of Engineering Process Development, bersama jajaran analis dan manajemen KPI. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meninjau langsung penerapan strategi korporat serta memastikan keberlangsungan dan efisiensi operasional di kilang yang menjadi salah satu aset bersejarah Indonesia ini.
Vice President Strategic Planning, Mangiring Manatap Limbong, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendukung dan memastikan strategi yang dijalankan di unit operasi dapat selaras dengan arah pengembangan KPI.

“Kami hadir untuk melihat langsung bagaimana korporat strategi dijalankan di kilang, serta memastikan penghentian operasional dan efektivitas penerapannya di lapangan. Kinerja kilang seperti RU III Plaju memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara target produksi, efisiensi biaya, dan penghentian proses bisnis. Oleh karena itu, sinergi antara fungsi strategis dan operasional harus terus diperkuat agar seluruh permulaan yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi perusahaan”, ungkapnya.
Sementara itu, Vice President Optimization, Risk & Market Development, Adhityo Bayu Putranto, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja RU III Plaju yang dinilai telah menunjukkan kinerja optimal dan konsisten dalam efisiensi operasional.
“Kilang RU III sudah cukup baik dalam melakukan optimasi, sehingga dapat menunjukkan performa yang baik. Kami ingin terus mendukung langkah-langkah optimalisasi agar produksi kilang dapat memberikan hasil maksimal serta memberikan kontribusi positif terhadap kebutuhan pasar energi,” tuturnya.
Sebagai salah satu kilang tertua di Indonesia, RU III Plaju terus menunjukkan daya adaptasi yang kuat terhadap tantangan energi industri yang terus berkembang. Dukungan fungsi perencanaan dan optimalisasi yang diharapkan mampu memperkuat transformasi digitalisasi operasional yang tengah berjalan kilang, mulai dari sistem pengawasan terintegrasi hingga penerapan inovasi berbasis data. Langkah ini menjadi bagian dari strategi KPI dalam membangun kilang yang lebih efisien, modern, dan berdaya saing tinggi.
Selain memastikan kelanjutan proses bisnis, kolaborasi lintas fungsi ini juga menjadi ajang berbagi wawasan strategi antara tim pusat dan manajemen kilang di lapangan. Melalui komunikasi terbuka dan diskusi teknis, berbagai potensi peningkatan efisiensi, mitigasi risiko, hingga penguatan tata kelola diidentifikasi sebagai bagian dari roadmap pengembangan kilang di masa mendatang.
General Manager RU III Plaju, Khabibullah Khanafie, menyampaikan harapan agar sinergi dan koordinasi yang terjalin dapat terus diperkuat ke depan. “Kolaborasi lintas fungsi seperti ini diharapkan dapat memperkuat kinerja dan memastikan RU III terus memberikan performa terbaiknya dalam menjaga pasokan energi, khususnya untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan,” ujarnya.
Kilang RU III Plaju akan terus memperkuat kehandalan dan efisiensi operasional melalui inovasi dan kolaborasi berkelanjutan. Komitmen ini menjadi landasan penting dalam mencapai kinerja optimal untuk memenuhi kebutuhan energi di wilayah Sumatera Bagian Selatan dan nasional.(Adi/Rp)