Palembang, rakyatpembaruan.com–
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Drs. H. Edward Candra, Program Program Dalam Dalam Dalam 3 Rapati Dan Evaluasi Dukungana Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Secara Virtual Di Command Center Pemprov Sumsel, Selasa (2/9/9/9/9/915. Rapat TerseBut Dipimpin Langsung Oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian.
Dalam Arahannya, Mendagri Menegaska Pentingnya Peran Pemerintah Daerah Dan Forkopimda untuk Program Mendukung Prioritas Prioritas, Khususnya Dalam Ketahanan Pangan Dan Pengual Koperasi Desa. Menurut Tito, Sinergi Daerah Menjadi Kunci Stabilitas Sosial Dan Ekonomi Nasional.
Mendagri Rona Menyoroti Situasi Pasca Demonstrasi di Jakarta, Terutama Di Dpr Dan MPR, Yang Menuntut Pembatalan Tunjangan Serta Transparansi Gaji Anggota Dewan. Gelombang Aksi Yang Berlangsung Sejak 25–28 Agustus Bahkan Berujung Pada Insiden Tragis Menewaska Seoran Pengemudi Ojek Online, Sewingga Memperkeruh Sueasana.

“Dari laporan yang kami terima, ada 107 titik aksi di 30 provinsi dengan sejumlah kerusakan dan pembakaran. Kepala daerah bersama Forkopimda harus segera memetakan potensi di daerah masing-masing, membedakan antara demonstrasi damai dan aksi anarkis, termasuk penjarahan,” Ujar Mendagri.
UNTUK MEREDIGA DITEGIGAN, Mendagri Minta Kepala Daerah Merangkul Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Hingan Kalangan Kampus. Menurutnya, Langkah Komunikasi Sosial Yang Intensif Dapat MeseGah Meluasnya Aksi Yang Berpotensi Mengganggu Stabilitas Daerah.
“Lakukan Doa Bersama untuk Menyejukkan Suasana, Program Serta Gencarkan Pro-Rakyat Seperti Pasar Murah. Ini Terbukti Efektif Menekan Inflasi Sekaligus Meredakan Ketegangan Sosial,” Tambah Tito.
Selain Itu, Mendagri Menegaskan agar Kepala Daerah Memanfaatkan Stabilisasi Pasokan Dan Harga Pangan (SPHP) Bulog untuk MEMBANU Masyarakat. IA JUGA MEMinta Penundaan Kegiatan, Yang Bernuansa Hura-Hura. “Situasi Sedang Sensitif, Maka Acara Sebaiknya Sederhana, lebih Baik Baik Santunan Dan Banuan.
Dalam Raat Tersebut, Mendagri Jagi Anggota Apresiasi Kepada Sejumlah Kepala Daerah Yang Dinilai Sigap. Salah Satunya Gubernur Sumsel Herman Deru Yang Cepat Menggelar Rapat Bersama Forkopimda Dan Mengimbau Tokoh Agama Untuk Mentuka Kondusifitas Wilayah. Menurut tito, langkah cepat ini ini membuat sumsel tetap ama di tengah gejolak nasional.
Selain Mendagri, Hadir Pula Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Yangarkan Tentang Ketersediaan Stok Pangan Hingga Akhir 2025 Dan Percepatan Pembentukan Koperasi Desa. IA Menyebut Pemerintah Akan Berkoordinasi Delan Kemenpan RB UNTUK MENUGASKA 2–3 ASN PPPK DI SETIAP KOPERASI AGAR Program Segera Berjalan.
Sebelumnya, Gubernur Herman Deru telah Menunjukkan Kepedulian Nyata Delangan Menyalurkan 50 ton Beras Kepada 6.250 Pengemudi Online Sebagai Respon ATAS Permintaan Komunitas Ojek Online. BANUAN TERSEBUT DIBERIKAN SECARA SIMBOLIS PAYA 1 September 2025, Sekaligus Mempertegas Komitmen Sumsel Menjaga Ketahan Sosial-Ekonomi Waranya Di Tengah Kondisi Nasional Yang Dinamis. (/RP)