tangerang – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, bersama Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman, melaksanakan kunjungan kerja bertajuk “Temu Kasih dan Dialog Harapan Anak Binaan” di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang, Selasa (21/7). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 yang puncaknya jatuh pada tanggal 23 Juli mendatang.
“Hari ini kita mendapatkan kebutuhan dari Bapak Kepala Staf Presiden. Tentunya dia sebagai staf Bapak Presiden, tentunya akan memeriksa juga apakah program-program beliau (Presiden) yang dilaksanakan di daerah untuk mencakup pendidikan dan anak ini apakah sama perlakuannya yang diberikan kepada pejabat yang bertanggung jawab di kami. Ternyata tadi kita sudah melakukan pengecekan dan ternyata sama,” ujar Menteri Agus.
Menteri Agus menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa hak pendidikan bagi anak-anak yang berhadapan dengan hukum tetap terpenuhi dengan baik dan setara dengan fasilitas pendidikan di luar. Pihaknya juga menjamin bahwa program pelatihan, baik pendidikan lanjutan maupun pelatihan kerja, telah berjalan sesuai dengan arahan tanpa adanya eksploitasi anak. Pelatihan yang diberikan kepada anak binaan tersebut murni sebagai bekal keterampilan untuk kemandirian mereka, bukan untuk tujuan produksi.
“Apa yang diterima oleh teman-teman yang sedang mengikuti pendidikan di daerah, sama yang diterima di sini. Dan mudah-mudahan tahun depan, kemarin dari hasil rapat paripurna, akan ditambah dan nanti akan disalurkan di seluruh Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di seluruh Indonesia dengan harapan bahwa pada saat mereka nanti kembali ke masyarakat, mereka sesuai dengan stratanya akan bisa mengikuti perkembangan yang ada di luar,” terang Menteri Agus.
Dalam peninjauan tersebut, Kepala KSP Dudung Abdurachman juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas pelatihan dari Kemenimipas yang dinilai luar biasa dalam membekali keterampilan serta pelatihan mental dan keagamaan bagi sekitar 2.000 anak binaan di seluruh Indonesia.
“Di sini saya lihat sudah binaan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ini luar biasa. Baik dari bidang pelatihan untuk kelanjutan pendidikannya. Termasuk dia melatih masalah keterampilan. Sehingga nanti setelah di luar, nanti setelah dia bebas, dia bisa mampu mengembangkan keterampilan itu sendiri. Dan kemudian ada pelatihan-pembinaan mental, baik masalah agama dan sebagainya,” ujar Kepala KSP Dudung.
Kepala KSP pun menyoroti pemerataan fasilitas pendidikan melalui bantuan Dewan Pintar dari Presiden RI, yang menunjukkan bahwa tidak ada pembedaan fasilitas antara anak-anak di LPKA dengan mereka yang berada di sekolah umum, baik negeri maupun swasta. Negara dipastikan terus hadir untuk melindungi hak-hak anak agar mereka tetap dapat meraih cita-cita dan masa depan yang cerah.
“Tadi saya lihat ada bantuan dari Bapak Presiden, Smart Board. Dan ini baru satu, nanti ke depan juga akan ditingkatkan lagi, dapat tiga lagi. Saya lihat di sekolah-sekolah umum, baik swasta maupun negeri, sudah mendapat bantuan. Dan ini sama, merata tidak ada bedanya. Baik yang di Lembaga Khusus Anak (LPKA) maupun di sekolah umum, termasuk swasta, itu mendapatkan pembantuan dari Bapak Presiden. Artinya teknologi sudah semakin maju, semakin canggih. Anak-anak didik ini sudah mulai dikenalkan dengan hal-hal yang positif dan baik,” ucap Kepala KSP.
Selain meninjau sarana infrastruktur belajar seperti ruang kelas, ruang keterampilan kerja, hingga perpustakaan, Menteri Agus dan Dudung Abdurachman juga menyaksikan persembahan kreasi anak binaan berupa kolaborasi angklung dan band yang menyanyikan lagu “Ayo Ngopi” ciptaan Dudung Abdurachman. Rangkaian kegiatan kunjungan kerja ini diakhiri dengan pemberian bingkisan paket alat tulis secara simbolis kepada anak binaan di LPKA Kelas I Tangerang, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif secara virtual bersama anak-anak binaan di seluruh LPKA se-Indonesia.(ferdi/rp)