Kemenangan Takaichi dan LDP ini membuka jalan bagi pemotongan pajak yang menjanjikan pemerintahannya, yang mengguncang pasar keuangan, dan membuka jalan bagi pengeluaran militer lebih besar yang bertujuan untuk memenangkan Tiongkok.
Takaichi yang menjabat sebagai PM perempuan pertama Jepang sejak Oktober 2025, mengumumkan pada bulan lalu, menggelar pemilu sela musim dingin yang jarang dilakukan, untuk memanfaatkan popularitasnya yang meroket sejak dia diangkap memimpin LDP yang sejak lama berkuasa di Jepang.
Sebagai PM kelima Jepang dalam lima tahun terakhir, pertaruhan politik yang diambil Takaichi itu menghasilkan hasil yang luar biasa.
Sosok Takaichi yang menuturkan dirinya terinspirasi oleh “Iron Lady” asal Inggris, Margaret Thatcher ini, seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (9/2/2026), meraup 316 kursi dari 465 kursi di majelis rendah parlemen Jepang, untuk LDP yang dipimpinnya. Hasil itu merupakan hasil terbaik yang pernah diraih LDP.
Dengan mitra yang diatur, Partai Inovasi Jepang, yang juga disebut sebagai Ishin, Takaichi kini akan mengendalikan total 352 kursi parlemen, jauh melebihi ambang batas dua per tiga kursi majelis rendah parlemen.
Hal tersebut memberikan Takaichi mayoritas super, atau supermajority, dalam parlemen Jepang, yang akan memudahkan agenda-agenda legislatifnya karena dengan dominasi sebesar itu, dia dapat mengabaikan majelis tinggi parlemen Jepang, di mana dia tidak memiliki mayoritas.
“Pemilu ini melibatkan perubahan kebijakan besar — khususnya perubahan besar dalam kebijakan ekonomi dan fiskal, serta penguatan kebijakan keamanan,” kata Takaichi dalam wawancara dengan televisi setempat, pada Minggu (8/2) malam, saat hasil pemilu mulai masuk.
“Ini adalah kebijakan yang telah menuai banyak pertentangan… Jika kita telah menerima dukungan publik, maka kita benar-benar harus mengatasi masalah-masalah ini dengan segenap kekuatan kita,” ucapnya.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengucapkan selamat kepada Takaichi atas kemenangannya dalam pemilu Jepang. Dia mengharapkan “kesuksesan besar dalam meloloskan agenda konservasi, perdamaian melalui kekuatan” untuk Takaichi.
“Keputusan Sanae yang berani dan bijaksana untuk mewujudkan pemilu menghasilkan hasil yang besar,” kata Trump, yang akan menjamu Takaichi di Gedung Putih bulan depan.
(nvc/ita)