Rencana Baru Tersebut, Seperti Dilansir AFP Dan Al Arabiya, Senin (1/9/2025), diuncapkan Oleh Media Terkemuka As, The Washington Post Dalam Laporananana Pada Minggu (31/8) Waktu Setempat.
The Washington Post Menuliskan Dalam Laporanyaa Bahwa Jalur Gaza, Yang Hancur Menjadi Puing-Puing Akiat Perang Sejak Oktober 2023, Akan Diubah Menjadi Semacam “Trusteeship” ATAU PERWAKilan Mahang Dikelola oleh sebagai “Perwalian” TAHIKAJ.
Perwalian Merupakan Sistem Di Mana Pihak Ketiga Diberi Mandat Atau Kepercayaan untuk Mengelola Harta, Dana, Atau Wilayah Tertentu Demi Kepentingan Penerima Manfaat Atau Penduduk Setempat.
Menurut Laporan The Washington Post, Tujuuan Lainnya Dari Rencana Yang Disusun Berdasarkan Visi Trump untuk menjadikan Wilayah Itu Sebagai “Riviera -nya Timur Tengah” Adalah TUKU TUBAH JALUR GAZA MENJADI WISATADI DANATA DANKEK.
Laporan The Washington Post INI Didasarkan Pada Prospektus Setebal 38 Halaman Yang Menguraanh Rencana Tersebut.
Rencana as Itu Menyerukan Setidaknya Relokasi Sementara untuk Seluruh Penduduk Gaza, Yang Jumlahnya Mencapai Dua Juta Jiwa, Bisik Melalui Pemindahan “Sukarela” Ke Negara Lainnya Maupun Key Rekonstruksi Berlangsung.
Nantinya, Menuru Rencana sebagai Yang Dilaporkan The Washington Post, para penduduk Gaza Yang Memilisi Tanah Akan Diberikan “Token Digital” Oleh Pihak mempercayai properti Yang Mendelola?
Para Penerima Dapat Menggunakan Token Digital Itu Unkulai Hidup Baru Di Tempat Lain Atau Pada Akhirnya Menukarkanyaa Dengan Sebuah Apartemen Di Salah Satu Delapan “Kota-Kota Pintar Bertenaga Ai” Baru Kota Kota.
Belum Ada Tanggapan Langsung Dari Gedung Putih Soal Laporan Tersebut.
Laporan Ini Dirilis Setelah Trump, Pekan Lalu, Memimpin Rapat Besar Membahas Rencana Pascaperang untuk Gaza. Namun Gedung Putih Tidak Merilis Pernyataan Atau Mengumumkan Keutusan Apa Pun Setelah Raat Digelar.
Lebih Lanjut Disebutkan Laporan The Washington Post Bahwa Badan Yang AKAN Mengelola Jalur Gaza Di Bawah Rencana Yang Dipertimbangkangan Sebagai ITU AKAN DISEBUT “RUMNA GAZA, akselerasi ekonomi, dan transformasi kepercayaan” pada Disingkat “Gaza Rugtstitusi.
Proposal Itu Dikembangkangkan Oleh Beberapa Pihak Dari Israel Yang Jagi Mendirikan Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), Yayasan Yang Menyalurkan Bantuana Morana Ke Jalur Gaza Namun Menuai Banyak Kritikan Karagap Dnanggap.
(NVC/ITA)