Palembang, rakyatpembaruan.com-
Ketua Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Sumatera Selatan, Rian Yohwari, mengajak seluruh atlet dan pengurus NPCI kabupaten/kota untuk menahan emosi menyusul dugaan pelanggaran terhadap penyandang disabilitas yang viral di media sosial.
Imbauan tersebut disampaikan Rian setelah beredarnya sebuah video dari akun di platform TikTok yang diduga memparodikan gerakan tertentu dan dinilai mengolok-olok kaum penyandang disabilitas. Konten itu memicu reaksi keras dari berbagai pihak, khususnya keluarga besar NPCI Sumsel.
Menurut Rian, permasalahan tersebut telah ditindaklanjuti secara hukum dan terkait telah diperiksa dengan pihak kepolisian di Polda Sumatera Selatan.

“Yang bersangkutan sudah menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Kita sebagai manusia tentu diajarkan untuk memaafkan,” ujar Rian dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan sebagai bentuk tanggung jawab dan pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Kita memaafkan, tapi bukan berarti persoalan ini dianggap selesai begitu saja. Proses hukum tetap kita hormati dan kita percayakan kepada pihak yang berwenang,” tegasnya.
Rian secara khusus meminta para atlet NPCI Sumsel untuk tidak terpancing provokasi ataupun meluapkan kekecewaan secara berlebihan di ruang publik maupun media sosial. Menurutnya, emosi emosional justru dapat merugikan diri sendiri dan organisasi.
“Saya mengimbau kepada seluruh anggota, atlet, dan pengurus untuk bersabar serta menahan diri. Jangan sampai ada tindakan yang justru merugikan kita semua. Jangan sampai kita lebih dewasa dalam menyikapi persoalan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa penyandang disabilitas mungkin memiliki keterbatasan secara fisik, namun tidak dalam hal akal, martabat, dan kemampuan berpikir jernih.
“Kita mungkin memiliki keterbatasan fisik, tetapi pikiran kita tetap jernih. Mari kita buktikan bahwa kita mampu melakukan tindakan bijak dan tindakan,” tambahnya.
Dalam momentum bulan suci Ramadhan, Rian berharap peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih menghargai keberagaman dan menjaga lisan serta konten di media sosial.
Saat ini, NPCI Sumsel memilih menunggu proses yang sedang berjalan di Polda Sumsel. Rian berharap keputusan yang diambil nantinya dapat memberikan keadilan sekaligus menjadi efek jera agar tidak ada lagi pelanggaran terhadap penyandang disabilitas di ruang publik.
“Kita tenang, kita bersabar, tapi kita tetap tegas menjaga marwah penyandang disabilitas,” tutupnya.
