Dilaporkan kantor berita Reuters dan Al Arabiya, Kamis (23/10/2025), uji coba tersebut meliputi peluncuran rudal balistik antarbenua “Yars” berbasis darat dari sebuah kosmodrom, peluncuran rudal balistik “Sineva” dari kapal selam nuklir di Laut Barents, dan peluncuran rudal jelajah berkemampuan nuklir dari pesawat pengebom strategis.
Rusia telah melakukan latihan rutin kekuatan nuklirnya untuk menguji kemampuannya. Juga untuk mengingatkan musuh-musuh bahwa Rusia memiliki nuklir nuklir terbesar di dunia di tengah meningkatkan ketegangan Timur-Barat.
Ketegangan meningkat seiring Putin belakangan semakin mendapat tekanan dari para pemimpin Eropa untuk segera mengakhiri invasinya di Ukraina.
“Latihan ini menguji tingkat kesiapan komando militer dan keterampilan praktis personel operasional dalam mengorganisir kendali pasukan,” kata Kremlin atau kantor kepresidenan Rusia dalam sebuah pernyataan.

“Semua tujuan Latihan tercapai,” imbuh Kremlin dalam pernyataannya.
Sementara itu, NATO memulai latihan peluncurannya pada awal bulan ini. Jet-jet tempur F-35A dan pesawat pengebom B-52 termasuk di antara sekitar 60 pesawat dari 13 negara yang mengambil bagian dalam latihan Steadfast Noon tersebut, yang diselenggarakan oleh Belgia dan Belanda.
(ita/ita)