Jakarta – Infeksi HPV (human papillomavirus) sering ditularkan melalui hubungan seksual atau kontak kulit. Sebagian besar infeksi HPV tidak menyebabkan kanker, tetapi beberapa jenis HPV genital dapat menyebabkan kanker pada bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina, atau serviks.
Ketika terpapar HPV, sistem kekebalan tubuh biasanya mencegah virus menimbulkan kerusakan. Namun, pada sebagian kecil orang, virus tersebut bertahan hidup selama bertahun-tahun. Hal ini berkontribusi pada proses yang membuat beberapa sel serviks menjadi sel kanker.
“Kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV, dan jika tidak ditangani, dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian,” ucap Ketua Umum POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia) Prof Dr dr Yudi Mulyana Hidayat, SpOG, Subsp Onk saat ditemui di acara konferensi pers terkait Rekomendasi POGI untuk Vaksin HPV Bagi Perempuan Pranikah dan Pasca Melahirkan beberapa waktu lalu.
Namun, selain kanker serviks, ada beberapa kanker lainnya yang juga bisa disebabkan oleh infeksi HPV. Apa saja?
4 Kanker yang Bisa Disebabkan oleh Infeksi HPV selain Kanker Serviks
Prof Yudi menyebut, HPV juga bisa menyebabkan kanker vagina, kanker vulva atau bibir kemaluan, kanker anus, hingga kanker rongga mulut.
“Penyakit yang berhubungan dengan virus HPV itu tidak hanya kanker serviks,” tutur dia.
Menurut Prof Yudi, penularan HPV bisa melalui berbagai kontak seksual, baik secara vagina, anal, maupun oral. Apalagi pria juga bisa membawa virus ini ke kemaluannya, meski belum pernah melakukan hubungan seksual. Jika terjadi kontak seksual, virus bisa masuk dan memicu infeksi. Berikut 4 kanker yang bisa disebabkan oleh infeksi HPV selain kanker serviks.
Kanker Vagina
Kanker vagina adalah jenis kanker langka yang dimulai di vagina, saluran yang menghubungkan serviks ke bagian luar tubuh. Gejalanya meliputi:
Pendarahan: Keluarnya darah dari vagina, namun bukan merupakan menstruasi.
Nyeri: Nyeri terasa di panggul, ketika berhubungan seks, dan saat buang air kecil.
Sembelit: Susah buang air besar.
Perubahan saat buang air besar dan buang air kecil: Adanya darah pada urine dan tinja.
Kanker Vulva
Vulva adalah area kulit yang mengelilingi uretra dan vagina. Berikut beberapa gejala kanker vulva:
Benjolan/luka: Adanya bintik seperti kutil atau luka terbuka pada vulva.
Pendarahan: Keluarnya darah di area genital yang tidak disebabkan oleh menstruasi.
Gatal: Rasa gatal pada kulit vulva yang tak kunjung hilang.
Nyeri: Rasa sakit ketika vulva ditekan.
Perubahan pada kulit: Adanya perubahan warna atau penebalan pada kulit vulva.
Kanker Anus
Kanker anus terjadi di saluran anus, tabung pendek di ujung rektum. Beberapa gejalanya adalah:
Pendarahan : Keluarnya darah dari anus atau rektum.
Benjolan: Adanya benjolan atau tonjolan keras di saluran anus.
Rasa tidak nyaman di anus: Anus terasa gatal dan nyeri.
Perubahan pada tinja: Adanya darah dan tinja yang lebih encer.
Sembelit: Susah buang air besar.
Kanker Rongga Mulut
Kanker rongga mulut menyerang bibir dan bagian pertama lidah, langit-langit mulut, dan dasar mulut. Selain itu, kanker ini juga menyerang orofaring, bagian terakhir lidah dan langit-langit mulut, amandel, serta sisi dan belakang tenggorokan.
Bercak dalam mulut bisa menjadi kondisi prakanker. Ada tiga jenis bercak yang bisa dialami:
Leukoplakia: Bercak datar berwarna putih atau abu-abu di mulut atau tenggorokan.
Eritroplakia: Bercak merah yang sedikit menonjol atau rata. kemungkinan bercak akan berdarah jika tergores.
Erythroleukoplakia: Bercak berwarna merah dan putih.
Selain itu, beberapa gejala kanker mulut meliputi:
Luka yang tidak kunjung sembuh: Adanya luka di bibir atau di dalam mulut yang mudah berdarah dan tidak sembuh dalam dua minggu.
Perubahan pada tampilan mulut: Timbulnya bintik-bintik kasar atau area berkerak pada bibir, gusi, atau bagian dalam mulut.
Gejala lainnya: Area mulut berdarah tanpa sebab, mati rasa dan nyeri pada wajah dan leher atau di dalam mulut tanpa sebab, serta sulit mengunyah, menelan, berbicara, atau menggerakkan rahang dan lidah.
Pentingnya Vaksinasi HPV
Vaksinasi HPV sangat disarankan baik pada laki-laki maupun perempuan. Prof Yudi mengatakan, vaksin bisa memberi perlindungan luas terhadap berbagai tipe HPV penyebab kanker.
“Sehingga kalau divaksin, proteksinya bukan pada mulut rahim saja, tapi bisa pada beberapa tempat yang berhubungan dengan virus,” sambungnya lagi.
WHO merekomendasikan vaksin HPV diberikan pada anak perempuan mulai usia 9 tahun dengan dosis berikut:
Anak dan Remaja
Satu atau dua dosis dalam selang waktu 6-12 bulan bagi anak usia 9-14 tahun
Satu atau dua dosis dalam selang waktu 6 bulan bagi remaja usia 15-20 tahun
Dewasa
Dua dosis dalam selang waktu 6 bulan bagi perempuan berusia di atas 21 tahun
(rusa/naf)
