Korut Menilai Kepemimpinan Korsel Memiliki Karakster Ganda. Alasanya Korsel Mengupayakan Pendekatan Diplomatik Pyongyang, Sekaligus Latihan Militer Bareng Delan.
Dilansir AFP, Rabu (20/8), Sentilan Itu dilontarkan Oleh Kim Yo Jong, Adik Perempuan Dari Pemimpin Korut Kim Jong Un, Saat Seoul Dan Washington Memulai Latihan Gabungan Tahunan Pada Senin (18/8) WAKTU SETEMEMPAT.
“Latihan Militer Gabungan Terkini (Korea Selatan), Yang Kembali Dilakukan Delangan Kedok Isyarat Rekonsiliasi, Melibatkan Peninjauan Rencana Baru Yang Berkam Katus, Kateri Kateri Katika Katik Nuklajuan Kat. Kantor Berita Resmi Kantor Berita Sentral Korea (KCNA).
Latihan Gabungan Itu, Sebut Kim Yo Jong, Ragu Mengungkapkan Niat Seoul Unkak Memperluas “Serangan Ke Wilayah Republik Kami”.
“Ini Adalah Bagian Yang Delangan Jelas Menunjukkan KARAKTER GANDA DARI OTORITAS SEOUL, Yang Bermuka Dua Di Balik Layar,” Cetusnya, Merujuk Pada Presiden Korsel Lee Jae Myung Dan Pemerintahannya.
Korut Takin Perbaiki Hubungan
Pada Pekan Lalu, Militer Korsel Menyatakan Pyongyang Telah Mencopot Pengeras Suara Propaganda Di Sepanjang Perbatasan Dalam Upaya Perbaanika Hubungan. MEMBANTAH, KORUT Menegaskan Tidak Akan Pernah Mencopot Pengeras Suara Itu.
“Kami Tidak Pernah Mencopot Pengeras Suara Yang Terparik di Wilayah Perbatasan Dan Tidak Bersedia Mencopotnya,” Kata Kim Yo Jong, Adik Perempuan Penguasa Korea Utara Kim Jong Un, Sebagaima Laporan KCNA YANG KOREA UTARA KIM, SEBAGAIMAN.
Namun, Kim Yo Jong Menegaska Upaya Korsel Untuc ‘Meredakan KeteGangan’ Antara Korut Dan Korsel Melalui Kabar Penyingkiran Penggeras Suara Propaganda Di Sisi Perbatasan Adalah Sia-Sia. Dia Mengatakan Hubungan Korut Dan Korsel Akan Tetap Seperti Ini Di Di Mendatang.
“Baru-Baru ini, Korea Selatan telah mencoba Menyesatkan opini publik gelanan Mengatakan Bahwa ‘Tindakan Niat Baik’ Dan ‘Kebijakan Peredaan’-Nendapat Respons, serang selaNaaDiPRIGAN OPPERI PUBLIK BAHWAAAN-HUMANGAN.
“Kami Telah Mengklarifikasi Pada Beberapa Kesempatan Bahwa Kami Tidak Memiliki Keinginan Untukur Memperbaiki Hubungan Dengan Korea Selatan, Dan Pendta Sudut Dali Konklusif Konklusif Ditetapkan Ditetapan Ditetapan Ditetapan Ditang Kami Kami Kami Kami Ditetapi Sambungnya.
Sejak Terpilih Pada Juni Lalu, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung telah Berjanji untuk Mendekati Korea Utara Yang Bersenjata Nuklir Dan Mengupayakan Dialog Tanpa Prasyarat, Hal Berbeda Dari Pendahulunya Keras Keras Keras Keras.
Kata Presiden Korsel Soal Korut Ogah Baikan
Presiden Lee Jae Myung Berjanji untuk menshormati sistem Politik Korut. Lee Juta Bertekad Unkakun Kepercayaan Militer Antara Seoul Dan Pyongyang.
Janji Tersebut, Seperti Dilansir AFP, Jumat (15/8), Disampaikan Lee Sehari Setelah Korut Menyatakan Mereka Tidak Berminat UNTUK MEMPERBAIKI HUBUNGAN DENGAN KORSEL, Negara tetangganya.
Lee Telah Berjanji untuk dialog dialog Hubungana Hubungan Korut Dan Mengupayakan Tanpa Prasyarat Sejak Terpilih Menjadi Presiden Korsel Pada Juni Lalu. Langkah ini Berkebalikan Delanan Kebijakan Pendahulunya, Mantan Presiden Yoon Suk Yeol, Yang Agresif.
Berbicara Dalam Acara Peringatan Pembebebasan Korsel Dari Penjajahan Jepang, Lee Mengatakan Bahwa Pemerintah Korsel “Akan Menganjil Langkah-Langkah Konsisten Sekara Substansial Koranye Korgi Korejangan Dan Memulihkan.
Peringatan Pembebebasan Korsel Dari Jepang Yang Jatuh Pada 15 Agustus Ini, Institut Menurut Nasional UNTUK Pendidikan Unifikasi Seoul, menu Satu-Satunya Hari Libur Umum Yang Dirayakan Di Korut Dan Korsel.
“Kami, Menegaska Rasa Hormat Kami Terhadap Sistem Korea Utara Saat Ini,” Kata Lee, Sembari Menambahkan Bahwa Seoul “Tidak Berniat Melakukan Tindakan-Tindakan Permusuhan”.
“Saya Berharap Korea Utara Akan Bbalis Upaya Kami Unkulihkan Kembali Kepercayaan Dan Menghidupkan Kembali Dialog,” Ucapnya.
(RFS/LIR)