Ogan Ilir, rakyatpembaruan.com-
Pagi Beranjak Siang, Udara Hangat Menyambut Kedatanan Rombongan Jurnalis di desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, (2/10/2025).
DGANGAN AGENAI MOBIL YANG DISEIGAN PERAMINA PATRA NIAGA SUMBAGSEL, OPJALANAN SEKitar 30 Menit Dari Kota Palembang Terasa Rinan, Apalagi Disambut Ganan Keramahan Warga Desa Yang Rumah Singkong Rebus, Jagung, Jagung, Kacang Kacang Hasah Hasah Hasan Rebus. Hangat Dan Sederhana, Tapi Penuh Makna, Inilah Wajah Asli Pulau Semambu.
Setelah Menikmati Moranan Yang Disuguhkan, Kami Menuju Ke Perkebunan Penduduk Yang Berada Di Jalan Pendidikan Dusun III Desa Pulau Semambu. Tak Jauh Dari Kantor Kepala Desa, Hamparan HiJau Terbentang Luas. Bukan Padi Atau Sawit, Melainkan Kebun Kangkung Darat Yang Yang Tumbuh Subur Berdampingan Daman Jeruk Dan Pisang Serta Rahat Hewan.

Pemandangan Itu Kian Hidup Saat Beberapa Jurnalis Turun Langsung Ke Kebun, Ikut Serta Panen Kangkung Bersama Para Petani, Kamera Dan Handphone Ditinggal Sejenak Untukur Berganti Peran, Dan Tawa Dembema Di Antara Barisan Tanan Tanan Tanan Tanan Tanan Tanan Tanan Tanana TanaMan TanaMan TanaMan TanaMan Tanara TanaMan Ili JiJi.
Namun di Balik Kesuburan Itu, Desa Pulau Semambu Pernah Menyimpan Cerita Getir. Sebagai Wilayah Yang Bergantung Pada Hujan Dan Irigasi Alami, Setiap Musim Kemarau Menjadi Momok. Air Susah Didapat, Tanaman Layu, Panen Gagal, Dan Kerugian Ekonomi Dialami Para Petani. Bahkan, unkulahan Hidup Demi Memenuhi Kebutuhan Sehari-Hari Memaksa Sebagi Besar Peta Beralih Profesi Menjadi Bubuh Lepas.
“Akibat Kekurangan Air Di Musim Kemarau Kangkung Dan Bayem Perumbuhannya Akan Lambat Dan Kerdil, Seharusnya Kangsung Dan Bayem Itu Bisa Panen 12 Kali Dalam Setahu Kalau Kalau Di Musim Kemarau Hanya Bisa Panen 4-Tutur Kalau Di Musim Hanya Hanya Bisa Bisa Bisa Bisa Bisa BISA 4-Kala Sekaligus Petani Pulau Semambu.
Krisis Air MuGA Menghantam Sektor Pendidikan. Dampak Dari Krisis Air ini buta Turut Dirasakan Oleh Siswa Dan Guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 08 Indralaya Utara. “Setiap Hari Siswa Sekolah Haru Bebawa Air 1,5 Liter Dari RUrUH UNTUK Kebutuhan Mereka di Sekolah,” Tuturnya Lebih Lanjut.
HAL INI DIBENOKAN OLEH PURNADI LELAKI PARUH BADAH KELAHIRAN DEMAK TAHUN 1969 Yang BUGA KETUA GABANGAN KELOMPOK Tani (Gapoktan) Desa Pulau SEMAMBU, Saat MUSIM KEMARAU MELDADA, BANYAK PETANI KERUMANI KERUHAJUTAN KERUHADI MELDADA, BANYAK PETANI MENCARI KERUHAJUT Palembang. “Dulu Jatuh Bangun Suda Biasa Kami Petani Disini” Ungkapnya.
Tetapi Semua Itu Tinggal Cerita, Usailah Sudah Kekhawatiran Para Petani Dalam Menghadapi Tantangan Perubahan Iklim, Semenjak 2 Tahun Belakang Kemarau Tidak Lagi Menghambat Produktivitas Pertanian, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Hasama, Has Amusi, SEMUA BERUBAH SEJAK HADIRNYA Program “Sinergi Semambu” Sebuah inisiatif Tanggung Jawab Sosial Dan Linggungan (TJSL) Dari Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Terminal Terintegrasi (IT) Palembang).
Sejak Tahun 2022, Program ini Menghadirkan Solusi Nyata: Sistem Distribusi Air Berbasis Teknologi Sistem Irigasi Web Laba -Laba (SWIS) Yang Digerakan Oleh Tenaga Surya (PLT).
DENGAN SUMBER UDARA DARI SUMUR BOR YANG KEDALAMANNAA MENCAPAI 80 METER TETAP MENGALIR MESKI DIMUSIM Kemarau, Swis Kini Menjadi Denyut Kehidupan Baru Bagi Masyarakat Desa. Air Bersih Tak Hanya Mengairi Kebun, Tetapi JUGA MEMENUHI Kebutuhan 20 RUMAH TANGGA DAN SD Negeri 08 Indralaya Utara. Airnya Pun Suda Melalui Proses Filtrasi, Sehingga Layak Dikonsumsi.
Purnadi Mengaku, Program Sejak Adanya INI, Ekonomi Waraga Membaik. Ia Kini Mampu Membayar Angsuran Modal Di Bank, Menyeklahkan Anak, Hingga Memberi Upah Kepada Ibu-Ibu Desa Sebesar RP100.000 per Hari Saat Panen.
“Sekarang Kami Tidak Perlu Beli Air Galon Lagi. Dulu Air Di Sini Walau Dimasak Tetap Asam, Sekarang Suda Jernih Dan Bisa Diminum,” Ungkap Purnadi (56), Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) PUMOB PUMOB PUMUNGAN TANI (GAPTAN) DENGANGAN SEMIUNGAN TANI (GAPTAN PAPOBAB, GAPTAN, GAPTAN, GAPTAN, GAPTAN, GAPTAN, GAPTAN PUMUNGAN TANI (GAPTAN, GAPTAN PUMUB PUMUNGAN (GAPTAN, GAPTANA, GAPTAN PUMUB PUMUMB (GAPTAN, GAPTAN PULAB PUMUMB (GAPTANA)
Sementara Itu, Kepala desa Pulau Semambu, Eka Rahmawati, S.Pd.I., M.Pd., Turut Mengungkapkan Rasa Terima Kasihya Kepada Pertamina. Ia Mengapresiasi Semua Banuanh Yang Telah Diberikan Oheh Pertamina Sehingga desa Pulau Semambu MempereheH Penghargaan Proklim Lestari Dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten ogan ilir
“Saya Mewakili Penduduk desa Pulau Semambu Mengucapkan Banyak Terimakasih Kepada Pertamina, Berkat Pertamina Perekonomian Petani Desa Pulau Semambu Meningkat,” Ujarnya Bangga.
Petugas Pengembangan Masyarakat It Palembang, Wahyu Aji Nugroho Mengatakan Memang desa Pulau Semambu ini rinan Akan Kekeringan Dan Kekurangan Udara, Maka Pada Tahun 2022 Program Melalui “Sinergi Sinergi”, Sebkunga, Tangial Sinergi (Sinergi Tjaah, Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Melalui Terminal Terpadu (IT) Palembang Anggota Bantuan Dalam Bentuk Sumur Bor, Filtrasi, Irigasi, Plts, Tangan Dan Gangungah Rumput Yang Bisa Digunakan oleh 130 Kelompok Tani (Gapoktan).
“Yange Bembbedakan Sistem Perairan Disini Kita Menggunakan Sistem Spider Web Irigation System (Swis) Yang Belum Pernah Didaerah Lain, Serta Berbasis Eneri (Plts) Seingga Petani Tenjele kamiarkan.
Kini, Desa Pulau Semambu Menjadi Contoh Nyata Bagaimana Kolaborasi Antara Masyarakat, Pemerintah Desa, Dan Perusak Dapat MesiPtakan Perubahan Berkelanjutan. Dari Desa Yang Dulu Terancam Kekeringan, Kini Tumbuh Harapan Baru Yakni Desa Yang Hihau, Mandiri Air, Dan Ekonomi Waranya Kian Tumbuh Subur.(Ahmadi)