Trump menyebut komitmen pendanaan untuk Gaza akan dibahas dalam rapat perdana Dewan Perdamaian di Washington DC pada Kamis (19/2) mendatang. Pengerahan ribuan personel untuk Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) ke Gaza juga akan dibahas dalam pertemuan yang dihadiri para kepala negara tersebut.
“Pada 19 Februari 2026, saya akan kembali bertemu dengan anggota Dewan Perdamaian di Institut Perdamaian Donald J Trump di Washington DC, di mana kami akan mengumumkan bahwa negara-negara anggota telah menjanjikan lebih dari US$ 5 miliar untuk upaya kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza,” tulis Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (16/2/2026).
Dikatakan juga oleh Trump bahwa anggota Dewan Perdamaian negara-negara juga telah “berkomitmen ribuan personel untuk Pasukan Stabilisasi Internasional dan kepolisian setempat untuk menjaga keamanan dan perdamaian bagi warga Gaza”.
Lebih lanjut, Trump mendesak kelompok Hamas untuk melucuti senjata di bawah rencana perdamaian Gaza yang menjadi dasar gencatan senjata.
“Yang sangat penting, Hamas harus menjunjung tinggi komitmennya terhadap demiliterisasi penuh dan segera,” cetusnya.
Perlucutan senjata Hamas menjadi bagian penting dalam fase kedua gencatan senjata Gaza, yang dimediasi AS dan disepakati oleh Hamas-Israel pada Oktober tahun lalu. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mendukung rencana perdamaian usulan Trump itu pada November tahun lalu.
Selain Hamas melucuti persenjataan, Israel juga mewajibkan menarik pasukannya secara bertahap dari Jalur Gaza, dengan pasukan stabilisasi internasional dikerahkan untuk memastikan keamanan di daerah kantong Palestina tersebut.
Trump, dalam pernyataannya pada Minggu (15/2) itu, juga mengklaim bahwa Dewan Perdamaian “memiliki potensi tak terbatas”, menyinggung soal pertemuan bulan lalu ketika “dua lusin anggota pendiri yang terhormat” bergabung dengannya di Davos, Swiss, untuk membentuk pembentukan dewan tersebut,
“Menawarkan visi yang berani untuk warga sipil di Gaza, dan kemudian, pada akhirnya, jauh melampaui Gaza — PERDAMAIAN DUNIA,” sebutnya.
“Dewan Perdamaian akan terbukti menjadi badan internasional yang paling berpengaruh dalam sejarah, dan merupakan kehormatan bagi saya untuk menjabat sebagai ketuanya,” ujar Trump dalam pernyataannya.
Pernyataan Trump ini disampaikan setelah laporan media membahas soal rencana Indonesia, anggota Dewan Perdamaian, untuk mengerahkan hingga 8.000 tentara sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional ke Gaza.
Sementara itu, Gedung Putih bulan lalu mengumumkan pembentukan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, yang beranggotakan para teknokratis, untuk mengawasi transisi kekuasaan sebagai bagian rencana perdamaian untuk Gaza.
(nvc/imk)