Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghentikan sementara Project Freedom. Keputusan ini diambil di tengah upaya mencapai kesepakatan dengan Iran pada Selasa (5/5).
Beberapa jam sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menjelaskan bahwa operasi yang baru berjalan pada suatu hari itu, bertujuan untuk mengawal kapal-kapal tanker yang terjebak keluar dari kawasan Teluk. Sebab, Selat Hormuz tertutup sejak konflik pecah. Hal tersebut menghambat sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan memicu krisis energi global.
Dalam pernyataannya di X, Trump mengatakan bahwa “Project Freedom” akan dihentikan sementara. Katanya, ini sekaligus melihat apakah perjanjian damai dengan Iran bisa segera difinalisasi.
Hingga Rabu (06/05) pagi, belum ada tanggapan langsung dari Iran terkait pernyataan tersebut. Saat dimintai komentarnya, pemerintah AS belum memberikan rincian mengenai kemajuan negosiasi dengan Iran dan durasi operasi dihentikan.

Tak lama setelah pengumuman itu, harga minyak mentah AS turun lebih dari 2.30 dolar AS (Rp40 ribu) hingga di bawah 100 dolar (Rp1,7 juta) per barel. Jumlah yang patut diperhatikan sejak menyiarkan harga energi dua bulan terakhir.
Sebelumnya, Rubio dan pejabat tinggi lainnya menyatakan bahwa Iran tidak boleh mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz. Iran disebut telah menutup jalur tersebut secara efektif dengan ancaman ranjau, drone, rudal, dan cepat. Sebagai tanggapan, AS memblokade pelabuhan Iran dan mengerahkan pengawalan militernya. Pada hari Senin (04/5), militer AS mengatakan telah menghancurkan sejumlah kapal kecil, drone, dan rudal yang melintasi Iran.
Operasi militer sebelumnya dinyatakan selesai
Sebelum memulai Project Freedom yang tengah terhenti, AS sempat memulai operasi bersama Israel pada 28 Februari. Operasi itu dinyatakan selesai. “Operasi Epic Fury telah selesai,” kata Rubio. “Kami tidak menginginkan eskalasi baru.”
Menurut Trump, salah satu tujuan utama serangan tersebut adalah Iran tidak mengembangkan senjata nuklir. Sebuah tuduhan yang dibantah Iran. Namun, Iran disebut belum menyerahkan lebih dari 900 pon uraniumnya.
Kenyataan di lapangan: Inggris dan UEA melaporkan serangan
Di tengah pemadaman operasi, Badan Maritim Inggris, melaporkan bahwa ada sebuah kapal kargo yang terkena serangan di selat tersebut. Meski demikian, detailnya belum jelas.
Menteri Perang AS Pete Hegseth sebelumnya mengatakan jalur pelayaran telah berhasil diamankan. Ratusan kapal komersial dapat melintas. Ia menambahkan gencatan senjata yang telah berlangsung selama empat minggu dengan Iran masih bertahan.´”Untuk saat ini gencatan senjata tetap berlaku, tapi kami akan terus bersatu dengan sangat ketat,” ujarnya.
Pimpinan Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine mengatakan serangan Iran terhadap pasukan AS masih berpotensi memicu kembali operasi tempur besar. Di sisi lain, Uni Emirat Arab melaporkan sistem pertahanannya kembali dalam menghadapi serangan rudal dan drone. Klaimnya, serangan tersebut berasal dari Iran. Namun Iran membantah tuduhan tersebut.
Kementerian Luar Negeri UEA menyebut serangan itu sebagai eskalasi serius dan ancaman langsung terhadap keamanan nasional. UEA juga mengatakan bahwa mereka punya hak penuh untuk membalas. Iran menolak tudingan tersebut. Mereka menyatakan aksi militernya hanya bertujuan menahan agresi AS.
IMF: dampak perang Iran masih terasa setelah konflik berakhir
Perang yang meluas hingga Lebanon dan kawasan itu telah mengirimkan ribuan orang dan mengguncang perekonomian global. Kepala Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan dampaknya masih akan terasa tiga hingga empat bulan. Bahkan jika konflik segera berakhir.
Upaya mengakhiri untuk mengakhiri konflik belum menemukan titik terang. AS dan Iran baru sekali menggelar perundingan tatap muka, sementara upaya pertemuan lanjutan belum berhasil.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan perundingan damai masih berlangsung dengan mediasi Pakistan. Ia juga dilaporkan tiba di Beijing pada Rabu (6/5) untuk bertemu Menlu Cina guna membahas perkembangan regional dan internasional.
*Redaksi: Ayu Purwaningsih
(ita/ita)
