Namun demikian di sisi lain, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (10/11/2025), pemberian dividen seperti yang diumumkan Trump itu, masih membutuhkan persetujuan Kongres AS.
“Dibagi minimal US$ 2.000 per orang (tidak termasuk orang-orang yang bertengger tinggi!) akan dipublikasikan kepada semua orang,” tulis Trump dalam pengumuman melalui media sosial Truth Social pada Minggu (9/11) waktu setempat.
Pengumuman ini disampaikan Trump saat Mahkamah Agung AS menyetujui apakah kampanye tarif Trump sudah sesuai Konstitusi dengan AS, dan ketika penutupan pemerintah AS, selama lebih dari satu bulan terakhir, telah mengganggu pembayaran bantuan makanan.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent saat berbicara kepada media terkemuka ABC menjelaskan bahwa dividen itu bisa diberikan dalam berbagai bentuk.
“Dividen US$ 2.000 tersebut dapat diberikan dalam berbagai bentuk,” ucapnya.
Bessent mengatakan bahwa dividen itu mungkin juga akan diberikan dalam bentuk pengurangan pajak, termasuk penghapusan pajak untuk tip dan penghapusan pajak untuk uang lembur.
Trump, dalam postingannya, membela kebijakan perdagangannya yang menuai kritikan.
“Orang-orang yang menentang tarif itu BODOH! Kita sekarang adalah negara terkaya dan paling disegani di dunia, dengan inflasi yang hampir tidak ada, dan harga saham yang memecahkan rekor,” ujarnya.
Trump mengklaim tarif AS telah menghasilkan triliunan dolar Amerika. “Kita menerima triliunan dolar dan akan segera mulai membayar hutang UTANG SANGAT BESAR kita, US$ 37 triliun,” sebutnya.
Proposal soal dividen ini muncul di tengah kesulitan AS membayar izin bantuan makanan akibat penutupan pemerintah yang terus berlanjut, yang telah memasuki hari ke-40.
Pengetahuan juga bahwa program pembayaran semacam itu harus disetujui oleh Kongres AS, yang saat ini masih membahas jalan buntu dalam negosiasi anggaran yang memicu penutupan pemerintah.
(nvc/ita)