Bengkulu, rakyatpembaruan.com —
Pagi di Bengkulu terasa lebih hangat ketika puluhan anak dhuafa berkumpul dengan senyum yang tak mampu disembunyikan. Di tengah kemudahan langkah mereka, YBM PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bengkulu menghadirkan Program “Dai Cahaya”—sebuah ruang tumbuh yang tidak hanya menyalakan keimanan, tetapi juga memperkuat harapan mereka akan masa depan yang lebih baik. Inisiatif penuh kepedulian ini menjadi wujud nyata komitmen PLN untuk hadir lebih dekat bagi masyarakat, tidak hanya melalui cahaya listrik, tetapi juga cahaya kebaikan.
Sebanyak 50 anak mengikuti kegiatan pelatihan rohani yang dikemas dengan pendekatan kreatif dan penuh kehangatan (07/12). Dongeng Islami yang inspiratif, icebreaking ceria, hingga tausiah interaktif membuat suasana terasa hidup. Setiap cerita, tawa, dan percakapan yang tercipta menjadi jembatan untuk menumbuhkan akhlak mulia, karakter positif, serta motivasi untuk berani bermimpi lebih besar.
Ketua YBM PLN UP3 Bengkulu, Nurnazmah Koto, menyampaikan bahwa Dai Cahaya dirancang sebagai pendampingan rohani yang bertujuan memperkuat mental dan spiritual anak-anak penerima manfaat.

“Anak-anak ini amanah sekaligus masa depan. Melalui Dai Cahaya, kami ingin memastikan bahwa mereka tidak berjalan sendirian. Kami hadir untuk menambah kekuatan, iman, dan keberanian mereka dalam menapaki perjalanan hidup,” ungkapnya.
Para orang tua yang hadir pun merasakan kehangatan yang sama. Merly Septiyani, salah satu perwakilan orang tua, tak mampu menutupi rasa harunya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para muzakki YBM PLN. Program ini bukan sekedar kegiatan, tapi benar-benar menjadi penyuluh hati bagi anak-anak kami. Mereka pulang dengan cerita, dengan semangat baru. Semoga kebaikan ini terus mengalir,” tuturnya.
Manajer PLN UP3 Bengkulu, Teguh Aang Harmadi, menegaskan bahwa PLN senantiasa berupaya memberikan manfaat sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“PLN tidak hanya menghadirkan listrik ke rumah-rumah, tetapi juga ingin menghadirkan nilai kebaikan yang ikut menumbuhkan karakter generasi muda. Dai Cahaya adalah kontribusi kecil yang kami harap memberikan dampak besar bagi perjalanan hidup anak-anak ini,” ujarnya.
Secara terpisah, General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menyampaikan apresiasinya atas sinergi antara YBM PLN, PLN UP3 Bengkulu, dan perangkat daerah yang mendukung kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa PLN dan YBM PLN akan terus memastikan program sosial tetap relevan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
“PLN hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi sebagai bagian dari masyarakat. Kegiatan seperti Dai Cahaya membuktikan bahwa energi yang kami hadirkan juga membawa harapan. Dengan dukungan pemerintah daerah dan para orang tua, kami yakin manfaatnya akan terus mengalir dan menghidupkan mimpi banyak anak,” tegasnya.
Melalui Dai Cahaya, PLN dan YBM PLN UP3 Bengkulu berharap semakin banyak ruang bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk tumbuh, belajar, dan menemukan jati diri mereka. Karena senyum kecil dan langkah sederhana mereka, masa depan sebuah bangsa dapat bermula.
(Adi/Rp)