“Saya mengamati sebagai Mendagri, pembina desa bersama-sama Kementerian Desa, memang sebetulnya di negara Indonesia ini yang selalu menjadi motor penggerak, membuat perubahan itu adalah pemuda,” ujar Tito dalam keterangannya, Sabtu (22/11/2025).
Hal tersebut disampaikan pada acara Pengukuhan dan Rakernas Pengurus Nasional Karang Taruna di Aula Sutera, Alam Sutera, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (22/11).
Menurutnya, selama ini motor penggerak perubahan di desa didominasi oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Oleh karena itu, peran aktif dari pemuda sangat diperlukan, khususnya melalui Karang Taruna.
Dalam konteks itu, Mendagri mengingatkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dari keberadaan generasi muda. Terlebih lagi, Indonesia juga mengalami bonus demografi, dimana penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan non-produktif.
Potensi ini perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memajukan desa melalui Karang Taruna. Apalagi, tren di sejumlah negara menunjukkan peningkatan pertumbuhan penduduk dari desa ke kota.
“Sehingga program-program Bapak Presiden untuk memperkuat desa, antara lain Koperasi Desa Merah Putih dan lain-lain, sangat penting untuk menahan perubahan demografi,” imbuhnya.
Tito berharap, upaya yang terus didorong Presiden Prabowo Subianto tersebut dapat didukung oleh Karang Taruna. Ia menyambut baik apabila para Pengurus Karang Taruna Nasional berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menyukseskan upaya tersebut.
Di sisi lain, ia juga menyarankan agar Karang Taruna memperkuat tata kelola organisasinya, khususnya melalui penguatan aspek historis. Dengan upaya tersebut, diharapkan para anggota Karang Taruna semakin menyelamatkan organisasi.
“Saya ucapkan selamat. Kami siap mendukung, saya siap mendukung dengan seluruh jajaran provinsi, kabupaten, kota,” pungkas Tito.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna masa bakti 2025-2030 yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Gubernur Banten Andra Soni, serta para pejabat terkait lainnya.
(akn/akn)