Laporan kantor berita Palestina, WAFA, seperti dilansir AFP dan Reuters, Rabu (8/10/2025), menyebut Ben Gvir memimpin sejumlah pemukim Yahudi dengan penjagaan aparat keamanan Israel dalam kunjungan terbaru ke kompleks Masjid Al-Aqsa tersebut.
Kunjungan ini bertepatan dengan hari raya Yahudi dan terjadi sehari setelah peringatan dua tahun dimulainya perang Gaza.
Ben Gvir selama ini menjadi pengkritik vokal terhadap kesepakatan apa pun untuk mewujudkan gencatan senjata di Jalur Gaza.
“Provokasi yang disengaja ini… mencerminkan mentalitas fasis yang mengendalikan pemerintah (Israel), yang secara sengaja menyebarkan kesucian Al-Aqsa dan perasaan umat Islam di seluruh dunia,” kata Hamas dalam pernyataannya.
Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Sementara umat Yahudi menyebutnya sebagai Temple Mount, yang mereka klaim sebagai lokasi dua kuil Yahudi di masa kuno.
Dalam video yang dirilis oleh partainya Jewish Power, Ben Gvir mengatakan bahwa dua tahun setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang Gaza, Israel telah “menang” atas kompleks suci tersebut.
“Setiap rumah di Gaza memiliki gambar Temple Mount, dan hari ini, dua tahun kemudian, kita menang di Temple Mount. Kita adalah pemilik Temple Mount,” kata Ben Gvir dalam video tersebut.
“Saya hanya berdoa agar perdana menteri kita juga mengizinkan kemenangan penuh di Gaza — untuk menghancurkan Hamas, dengan pertolongan Tuhan, kita akan memulangkan para sandera, dan kita akan meraih kemenangan penuh,” cetus menteri kontroversial itu.
Pernyataan video itu dirilis saat Israel dan Hamas sedang terlibat dalam negosiasi tidak langsung di Mesir untuk membebaskan semua sandera yang tersisa di Jalur Gaza dan mengakhiri perang di daerah kantong Palestina tersebut.
(nvc/ita)