Palembang, rakyatpembaruan.com-
Kepuasan pelanggan dan kecepatan pelayanan menjadi prioritas utama dalam bisnis restoran. Hal ini sangat ditentukan oleh kinerja dapur sebagai pusat operasional, yang dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas pendukung, salah satunya pasokan api kompor yang stabil.
Seiring dengan kebutuhan tersebut, pelaku UMKM dan restoran di Kota Palembang kini mulai beralih menggunakan gas alam melalui jaringan pipa yang dikelola oleh Perusahaan Gas Negara (PGN).
Peralihan ini didorong oleh kemudahan penggunaan serta berbagai manfaat yang ditawarkan gas alam pipa, yang dinilai lebih praktis, aman, dan efisien dibandingkan dengan penggunaan tabung gas.

Salah satunya adalah Oplet Ijo. Selama ini, restoran tersebut masih menggunakan tabung gas, namun kerap menghadapi kendala, terutama saat kehabisan stok dan harus menunggu proses pendistribusian isi ulang yang memakan waktu cukup lama.
Manajer Oplet Ijo, Deni, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sempat berdampak pada operasional restoran. “Kami pernah tutup selama dua jam karena kehabisan tabung gas. Untuk isi ulang juga ada kendala waktu dalam distribusi,” ujarnya, kamis (16/04/2026).
Pada bulan September 2025, Oplet Ijo mulai beralih menggunakan gas alam melalui jaringan pipa. Sejak saat itu, pihak restoran merasakan berbagai manfaat, di antaranya penggunaan yang lebih praktis dan efisien.
Manajer Oplet Ijo, Deni, menyebutkan bahwa peralihan tersebut juga berdampak pada efisiensi biaya operasional (biaya) dapur. “Untuk biaya operasional dapur, sejak beralih ke gas Perusahaan Gas Negara (PGN) efisiensi yang kami rasakan sekitar 20 persen dan juga tidak ada kendala selama pemakaian,” tutupnya.
Di tempat yang sama, Customer Management City Gas Area Palembang, Muhammad Dimas menambahkan, bahwa pihak Perusahaan Gas Negara (PGN) secara rutin melakukan pengecekan dan perawatan guna memastikan distribusi gas berjalan lancar dan aman.
Ia juga berharap kehadiran PGN dapat terus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, serta turut menggerakkan pertumbuhan ekonomi.(Adi/Rp)
