PALEMBANG, rakyatpembaruan.com—
Kodam II/Sriwijaya bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengadakan rapat koordinasi guna membahas tindak lanjut pengembangan kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) sebagai destinasi wisata unggulan. Pertemuan tersebut dipusatkan pada persiapan teknis serta peningkatan fasilitas pendukung di kawasan bersejarah tersebut.
Rapat dihadiri oleh Kepala Kesehatan Kodam II/Sriwijaya Kolonel Ckm dr. Maksun Pandelima, SP.OT., MMRS, Asisten I Setda Kota Palembang Sulaiman Amin, serta Kepala Zeni Kodam II/Sriwijaya Kolonel Czi Rahadian.
Kepala Kesehatan Kodam II/Sriwijaya Kolonel Ckm dr. Maksun Pandelima, SP.OT., MMRS, mengatakan, pertemuan tersebut membahas langkah lanjutan pelaksanaan revitalisasi kawasan BKB, termasuk pembukaan akses serta perbaikan sarana dan prasarana yang dinilai perlu ditingkatkan. Upaya ini bertujuan untuk menjadikan BKB sebagai kawasan cagar budaya yang layak, aman, dan menarik bagi wisatawan, baik lokal, nasional, maupun internasional.
Pada tahap awal penataan, prioritas akan difokuskan pada dua titik utama, yaitu Bastion I yang menghadap Sungai Musi serta kawasan Lawang Lonceng. Di kawasan tersebut direncanakan pembangunan fasilitas Tourist Information Center (TIC) guna memberikan kemudahan akses informasi bagi wisatawan terkait sejarah dan destinasi di Kota Palembang.
Terkait target penyelesaian, proses pengaturan diharapkan dapat berjalan secara optimal dengan target penyelesaian sebelum awal Oktober. Hal ini mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan kesiapan di lapangan.
Asisten I Setda Kota Palembang Sulaiman Amin mengatakan, Pemkot Palembang terus memaangkan tindak kerja sama dengan Kodam II/Sriwijaya yang sebelumnya telah disepakati antara Wali Kota Palembang dan Pangdam II/Sriwijaya.
Kesepakatan tersebut telah diturunkan ke dalam Perjanjian Kerja Sama Teknis (PKS-T) antara pihak Kodam dan Dinas Pariwisata.
Kerja sama ini secara khusus diarahkan untuk membuka dan menata area bagian dalam Bastion agar dapat diakses masyarakat sebagai destinasi wisata. Selain itu, dokumen perencanaan berupa Detail Engineering Design (DED) juga telah disusun oleh Dinas Kebudayaan Kota Palembang sebagai acuan pelaksanaan di lapangan.
Mengingat kawasan Bastion merupakan bagian dari cagar budaya, pelaksanaan revitalisasi dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Pemkot Palembang memastikan bahwa seluruh proses penataan tidak akan mengubah maupun merusak struktur asli bangunan, dengan melibatkan tenaga ahli dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) serta tim ahli cagar budaya.
Melalui sinergi antara Kodam II/Sriwijaya dan Pemkot Palembang, pengembangan kawasan Benteng Kuto Besak diharapkan dapat memperkuat daya tarik pariwisata kota sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya.(ferdi/rp)
