
BanyUasin, rakyatpembaruan.com –
Di Tengah Hamparan Perairan BanyUasin Yang Menjadi Tumpuan Hidup Ribuan Nelayan, Semangat Menjaga Kelestarian Sungai Dan Laut Terus Digelorakan.
Sosialisasi Keggiatan melalisa pelalana zangan perapan Ikan secara ilegal (ikan ilegal), kambi kambi plaju Bersama multiplinak yang terediri ke keahyutah, aparat samaa kerikas, pijinat keriky, loerkying, lambi, Tetap Lestari Taktum Generasi Mendatang.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten BanyUasin, IR. Septi Fitri, MM, Menegaska Bahwa Upaya Kelestarian Sumber Daya Perikanan Tidak Bisa Dilakukan Sendiri, Melainkan Membutuhkan Sinergi Berbagai Pihak.
Ia Menyampaan Apresiasi Atas Dukungan Pertamina Yang Tepat Banyak Membantu, Program Mulai Dari Konservasi Ikan Belida, Pemasangan Plat Larah Ilegal Fishing, Regocking Ikan, Hingga Gerembangan Kawasan Pernyanan Terinanan K9 Kandu Kandu Kawasan Perkanananananan Perikanananananananananananan Perikananan Kandu Pengasapan Ikan.
Menurut septi, strategi Salah Satu Utama Pemerintah Daerah Adalah Delangan BERMENKUK Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Di Seluruh Wilayah Perairan BanyUasin, Kecamatan Banyuasin Dengan I Dijadikan Percontohan.
Septi buta menkankan Pentingnya Keterlibatan Aparat Penegak Hukum Dalam Anggota Memancing Ilegal, Yang Masih Marak Terjadi Di Perairan BanyUasin. Meski Peraturan Suda Jelas Mengata Ancaman Pidana Denda Rp1,2 Miliar Dan Kurungan 2,5 Tahun, Praktik Illegal Memancing Masih Kerap Dianggap Sepele.
“Selama Ini Ilegal Fishing Sincit Diberantas Karena Adanya Toleransi Terhadap Pelaku Yang Dianggap Hanya Masyarakat Kecil Nafkah. Padiahal, Jika Ini Dibiarkan, Akan Kingan Kita Kingan Kingan Kingan Kaku Pada Kingan Kingan Kitakan, sangat berharap Satker Pengawas KKP dan Polairud dapat menindaklanjuti setiap laporan dari Pokmaswas,” tegasnya saat momen Sosialisasi Larangan Illegal Fishing di Kelurahan Mariana Ilir, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Jumat (19/9/2025).
Koordinator Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan Palembang, Hafid Alfajri, S.Stpi, MH, Menjelaskan Bahwa Praktik Illegal Fishing Di Perair SumaTera Selatan Masih Marak Dengan Berbagai Modus.
Aktivitas ini meliputi Penggunaan alat tangkap Yang Tidakhah Lingkungan, Praktik Penyetruman Ikan, Hingga Masuknya Kapal Tanpa Izin. Menurutnya, Praktik Tersebut Tidak Hanya Merugikan Nelayan Yang Taat Aturan, Tetapi BUGA Berdampak Serius Pada Keberlanjutan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan.
Hafid Mengungkapkan Bahwa Pelaku Illegal Fishing Kerap Berasal Dari Masyarakat Sekitar, Bahkan Ada Yang Di Siang Hari Berprofesi Sebagai Petani Namun Pada Malas Hari Melakukan PENANGKAPAN IANANGAN SECARA PERAHERGAN PENANGKAPAN PENANGKAPAN.
Ia Menankan Perlunya Sosialisasi Berkelanjutan Huncga Tingkat Desa, Serta Pengual Peran Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Agar Kesadaran Masyarakat Tumbuh Bersama.
“Jika Semangat Masyarakat Suda Sama Sama untuk menjaga Kelestarian Perikanan, Melalui Sosialisasi Dan Pemberdayaan Pokmaswas, Maka Upaya Anggota Ilegal Memancing AKAN LEBIH EFEKTIF,” Tegasnya.
Peran Penting Pokmaswas
PLT Kabid Penataan Ruang Laut, Perairan Umum Daratan, Dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan Dinas Kelasan Dan Perikanan Provinsi Sumaterera Selatan, Helen Filiani, S.Sos. Kelestarian Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan Di BanyUasin.
Ia Menilai Kegiatan Pembinnian Seperti Ini Sangan Bermanfaat UNTUK memotivasi pokmaswas sebagai mitra strategi pemerintah di Lapangan. Helen Rona Mendorong Adanya Perbanyakan Pokmaswas, Penguatatan Kolaborasi Dengan Aparat Setempat UnkuleTas Praktik Illegal Fishing Di Sumsel, Serta Dukungan Regulasi Melalui Peraturan Desa.
“Ke Depan, Kita Akan Mulai Menegakin Pengawasan Melalui Pokmaswas, Karena Merekalah Garda Terdepan Dalam Memastian Sumber Daya Kelautan Dan Pericanan Kita Bisa Terkelanjutan,” Ujarnya.
Ketua Pokmaswas P itu Salah Samama, Kelurahan Mariana Ilir, Kecamatan BanyUasin I, Sahrul, Mengungkapkan Kondisi Yang Dihadapi Kelompoknya Dalam Menjaga Sumber Daya Perikanan Di Wilayah Terserbut.
Saat ini terdapat Tujuh Kelompok Yang Aktif, Namun Hasil Tangkapan Ikan Terus Menurun AKIBAT Maraknya Praktik memancing ilegal. Menurutnya, Meskipun Pokmaswas Kerap Menegur Pelaku, Sering Kali Upaya Tersebut Mendapat Perlawanan.
IA RUGA MENYOROTI BERKURANGNYA TANGKAPAN NELAYAN TRADISIONAL YANG BBANDING TERBALIK DENGAN SEMINGIN LELUASANYA PELAKU ILLEGAL MEMANCUS, Yang Dikhawatirkan menimbulkan Rasa Kecemburuan di Masyarakat.
“Kami Berharap DESA-DESA LAIN JUGA BISA IKUT TERLIBAT BEMENTUK POKMASWAS, Agar Pengawasan Lebih Merata Dan Kelestarian Perikanan Benar-Benar Bisa Terjaga,” Ujarnya.
Dukungan Pertamina Pada Kelestarian Sumber Daya Perikanan
PJS. Manajer Area Komunikasi, Hubungan & CSR Pt Kilang Pertamina Internasional (KPI) Ru III PlaJu Siti Rachmi Indahsari Menegaskan Komitmen Perisahaan Dalam Mendukung Upaya Pelesti Sumbera Khususnya Konservasi Bankana Ikana Khususnya Konservasi Ikan Ikanian Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikanian Ikanian Ikanian Ikanian Ikanian Ikanian Ikanian Ikanian Ikanian Ikanian Ikanian Ikanian Ikanian Ikanian Ikanian Ikanian Ikanian Ikan Ikan Ikanian Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikan Ikanian Selatan.
Salah Satu Jenisnya, Ikan Belida (Chitala Lopis), Bahkan Telah Dinyatakan Punah Secara Internasional. Sebagai Bentuk tanggung jawab, kilang pertamina plaju telah melakukan advokasi dan penyusunan Kebijakan singkat Bersama Dinas Perikanan Kabupaten Banyuasin Dan Telah Berkolaborasi Merumuskan Langgis Kuda yang Ditugan Daluangkan DalaMan No. Penangkapan Ikan Secara Ilegal Menggunakan Alat Tangkap Tidak Ramah Lingungan Dan Pelestarian Ikan Belida.
Berbagai inisiatif pun dilakukan, Mulai Dari Pembentukan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Se-Kecamatan Banyuasin I, Pemasangan Paji Larah Illegal Fishing Diuruh Iluruh Kecamin Benyuasin I, PEnging 43.000 Ke Seluruh Kecamin Benyuasin I, PEn-000 000 000 000 000 KECAMITA BANYUASIN I, PEATANGING 43.000 000 000 KECAMITAN BANYUASIN I, PERINGINGINE 43.000 000 000 000 KECAMITA BANYUASIN I, PERINGINGINE 43.000 000 £ 000 £ 000 £ 000 £ Sosialisasi Dan Patroli Oleh Pokmaswas.
Sejak Tahun 2019, Program Program Peraturanaan Menginisiasi Belida Musi Lestari, Yang Tahun 2022 Bekerja Sama Delang Brin Dan Universitas Pgri Palembang Berhasil Menghasilkan Keturunan 62 Ekor G1 (Benih, Remaja, Remaja, Dan. Pada Tahun Yang Sama, Berhasil Pula Ditemukan Spesies Chitala Hypselonotus (Belida Sumatera Selatan) Yang Terakhir Tercatat Pada 2006.
Tidak Hanya Itu, Kilang Pertamina PlaJu Bersama Brin Raga Berperan Dalam Mendorong Dan Mengadvokasi Terbitnya Keutusan Menteri Kelautan Dan Perikanan No. 83 Tahun 2024 Status Perubahan Perlindungan Ikan Belida Jawa Jawa Jawa Jawa Jawa Jawa Jawa Jawa Jawa Jawa Jawa Jawa Jawa Jawa Jawa Jawa Jawa Jawa Jawa Jawa Jawa Jawa Jawa Jawa Jawa ( Terbatas. PERUSAHAAN KEMADIAN MENGEMAN PILITAN PILIT DOMESTIKASI IANAN BELIDA JAWA (PUTUK) PERMA DI POKDAKAN TUNAS MAKMUR DESA SUNGAI GERONG.
“Melalui Berbagai Langkah Ini, Kami Ingin Menjadi Inspirator Dalam Upaya Penyelamatan Sumber Daya Perikanan Di Sumatera Selatan, Sejalan Delangan Visi Inovasi Sosial Kami Yaitu Hidup Berdampingan Dganging Sungai Musi,” Tegai.
Turut Hadir Dalam Kegoatan Itu Danramil Kapten (Lengan) Muhammad Ridwan, Unsur Kepolisian Dari Polsek Mariana, Pemerintah Desa & Kelurahan Di Banyuasin I, Serta Masyaraky Yang Terdiri Dari Kelompok Nelayan, Kelompeling Ikbeling Nelompok Nelapan, Pengawas (Pokmaswas).
Sejalan Delan SDGS & ESG
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen seluruh pihak dalam mendukung tujuan pembangunan Berkelanjutan (SDGS), Khususnya Tujuan KI-14 Life di bawah air dan tuuane ke-17 portnership untuk tujuan.
Selain Itu, Langkah-Langkah Kolaboratifi ini Sejalan Gelan Prinsip Lingkungan, Sosial, dan Pemerintahan (ESG), Di Mana Pelestian Sumber Daya Ikan Menjadi Penting Dari Jawab Jawab Lingkungan, Pemberdaya Masyaraku Merah Pember Naga Lingkikan, Pemberdaya MASYARAKAT MERAHJUBUNG, PUMJABANAAN PUMJABUPAN MASYARAKAAN MERRAPAN MASYARAKIAN MERRAJUAN MERAHJABUNG, Serta Penegakan Hukum Mencermikan Tata Kelola Yang Baik. (Adi/RP)