Palembang, rakyatpembaruan.com-
Berangkat dari keresahan nyata melihat banyaknya potensi usaha mikro yang jalan di tempat akibat manajemen internal yang rapuh, Organisasi Sinergi Tata Kelola Nusantara (SINTESA) resmi mengambil langkah besar. Sebuah lembaga yang telah lama mendedikasikan gerakannya pada penguatan tata kelola usaha ini, kembali memperluas jangkauan dampak sosialnya melalui aksi nyata di akar rumput.
Menariknya, pergerakan masif ini digawangi langsung oleh tokoh muda, Dwi Valinia Ivanka, seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi yang bertindak sebagai organisasi Eksekutif, bersama jajaran rekan-rekan tim kerja yang solid. Melalui nakhoda kolektif ini, SINTESA siap melesatkan Gerakan 100 UMKM Tertib Administrasi (GUTA) demi membawa perubahan bagi ekosistem pelaku usaha kecil.
SINTESA menilai, kelemahan tata kelola administrasi sering kali menjadi “tembok tak kasat mata” yang menghambat UMKM untuk naik kelas. Mulai dari pencatatan kas yang masih bercampur dengan dompet pribadi, tumpukan dokumen transaksi yang tercecer, hingga minimal kepemilikan legalitas hukum dasar.

Hadirnya gerakan GUTA yang dipimpin oleh Dwi Valinia Ivanka dan jajaran team merupakan jawaban taktis untuk mengurai benang kusut tersebut. Bukan sekadar program seremonial satu arah yang habis dalam sehari, Gerakan GUTA mengusung metode intervensi lapangan yang sangat terstruktur dan ketat dengan logika *baseline-endline* selama 30 hari penuh.
“Kami di SINTESA bersama seluruh jajaran tim penggerak memegang teguh filosofi kerja Tertib dokumen, jelas arus kas, kuat tata kelola. Lewat Gerakan GUTA, kami berkomitmen penuh meruntuhkan stigma bahwa mengelola administrasi bisnis itu rumit. Kami hadir untuk merapikan sistem dasar usaha mereka dengan metode yang super sederhana, aplikatif, dan mudah dirawat secara konsisten oleh pemilik UMKM,” ungkap Executive SINTESA, Dwi Valinia Ivanka, penuh optimisme dalam keterangan utamanya, Jumat (22/5/2026).
Guna mengawal kualitas pendampingan yang presisi di berbagai wilayah, Dwi Valinia Ivanka beserta tim kerjanya di SINTESA juga mengoptimalkan Admi-nomics Bootcamp. Ini merupakan kawah candradimuka internal untuk mencetak relawan tata kelola yang cakap, tangkas, dan memiliki kompetensi tinggi dalam melakukan audit administrasi sederhana, menyusun laporan arus kas mingguan berbasis SAK EMKM, hingga menembus jalur birokrasi legalitas melalui pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) risiko rendah melalui sistem OSS.
Langkah taktis lapangan ini kian sempurna dengan dukungan ekosistem digital terintegrasi melalui laman resmi https://synthesa.my.id yang bertindak sebagai pusat kendali dan distribusi instrumen kerja nasional.
Melalui platform tersebut, SINTESA membuka akses publik secara gratis untuk mengunduh SINTESA Toolkit sebuah paket amunisi template tata kelola siap pakai mulai dari draf pembukuan harian, template invoice, kuitansi, hingga Modul Saku Digital.
Sinergi yang kuat antara kecakapan ilmu ekonomi, militansi tim kerja, serta pemanfaatan teknologi digital ini menjadi bukti nyata bahwa SINTESA tidak sekedar menyebarkan wacana. Di bawah manajemen eksekutif yang visioner, SINTESA terus melangkah secara konsisten membangun kebiasaan baru yang realistis bagi UMKM demi menyokong ketahanan ekonomi nasional yang kokoh dari fondasi paling bawah.(adi/rp)
